Warung Online

Halaman

Selasa, 10 Juli 2012

KEGAGALAN DUNIA PENDIDIKAN DI INDONESIA



Kegagalan dunia pendidikan di indonesia, kita semua tau indonesia punya potensi sumber daya alam yang berlimpah. Tapi bagaimana sumberdaya manuasianya? Peran sekolah atau lembaga pendidikan sangat berperan dibalik semua ini. Di indonesia banyak sekolah - sekolah bersertifikat internasional, tapi kenapa Negara ini tetap  begini – begini saja?. Nah, itulah pokok permasalahanya. Dunia pendidikan kita kurang bermutu, terlalu banyak omong kosong. Terlalu banyak peraturan yang tidak penting. Factor guru dan muridnya juga berpengaruh. Misalnya :
MENCONTEK, sebagian besar siswa di indonesia ‘hoby’ mencontek saat ulangan. Ternyata bukan hanya siswa, coba lihat guru/pembibingnya. Pada saat tes CPNS banyak calon calon pembimbing yang mencontek. Bahkan laporan kerja guru yang sudah jadi PNS tetap pun banyak yang contekan.
METODE PERTANYAAN TERBUKA, coba ingat kembali waktu sekolah anda, pada saat ulangan GA BOLEH LIAT BUKU. N`h kalo ga boleh liat buku muridnya dapat inspirasi darimana kalo ga nyontek temenya. Ga akan bisa mandiri tu anak. Soal yang dibuat untuk ujian pertanyaan ‘tertutup’ lebih banyak mengarah ke buku buku yang sudah ada. Maka dari itu guru di  indonesia jarang menggunakan metoda pertanyaan terbuka. Sangat tidak bisa membuat siswa ber eksplorasi secara mandiri kalau situasinya seperti itu.
PEMAKSAAN,  tanpa kita sadar saat sekolah kita dipaksa duduk rapi tangan diatas meja dan mendengarkan ocehan guru yang tidak jauh berbeda dengan yang ada di buku paket. Pada saat guru menerangkan materi siswa dilarang memotong ceramah guru tersebut, melanggar etika (katanya). Hal itu membuat siswa menjadi takut/malu saat akan bertanya karena mulai dari TK dan seterusnya dibiasakan seperti itu. Saat guru selesai menerangkan siswa disuruh bertanya. Dan seketika kelas menjadi hening, mungkin ada anak yang bertanya tapi hanya itu itu saja dan membuat yang lain bosan ada didalam kelas.
TERLALU BANYAK PERATURAN YANG TIDAK PENTING, banyak disekolah sekolah negeri yang mempunyai peraturan yang sangat mengikat dan tanpa sadar membuat siswa tidak kreatif. Contoh, lulusan SMA kalau ga jadi guru, jadi dokter, tentara, polisi atau instansi formal lainya. Cuma itu itu saja. Emang pekerjaan mapan lainya ga bisa?. Lulusan SMK(Tekhnik) selalu jadi orang lapangan. Emang yang lain ga boleh? Itu adalah sebagian contoh ke tidak kreatifan anak bangsa yang disebabkan oleh peraturan yang hanya menjurus pada satu arah, tidak boleh ber rambut ‘gondrong’. Apa salah rambut gondrong? Rambut gondrong gabisa buat mukul temen kok. Cuma ekspresi diri saja. Kebebasan ekspresi sangat dibatasi disekolah. Banyak lagi peraturan peraturan yang sangat tidak penting di dunia pendidikan kita yang membingungkan ini dan hanya membuat peserta didik Tidak Kreatif.
KURANGNYA SARANA BELAJAR, sebelum ada dana BOS, sarana pendidikan dibiayai dan diusung bersama peserta didik, kita tau bahwa diindonesia lebih banyak yang tidak mampu. Dan tidak jarang mereka tidak mampu membayar sarana belajar. Yang pas pas an pun hanya bisa membeli hanya untuk dirinya sendiri. Maka dari itu sekarang biaya saarana pendidikan diambil alih oleh pemerintah(katanya). Kenyataanya? Lebih banyak yang belum terwujud. Hanya omong kosong belaka.
METODE PEMBELAJARAN TETAP, dari jaman bapak saya sampai jaman adik saya certita nya hanya itu itu saja, tidak jauh berbeda. Walaupun system pendidikan sudah ber ubah-ubah, dari KBK sampai KTSP.
METODE CERAMAH, cara yang sangat membosankan bagi siswa, dan membuat siswa malas belajar atau malas masuk sekolah. Bagi sebagian orang metode ini cocok untuk pendahuluan atau pengenalan. Apakah pantas siswa SMP/SMA/SMK masih melakukan pengenalan dulu? Bukanya dari SD sudah kenal. Apakah pengenalan pengenalan terus yang diberikan pada saat sekolah? Terus kapan siswa merealisasikan? Nunggu setelah sudah bekerja? Sudah ber rumah tangga?
Jika anda guru  yang membaca tulisan ini mohon tulisan ini jangan dianggap sebagai ancaman dan jangan merasa dihakimi. Jika anda pemerintah yang membaca mohon jangan menganggap tulisan ini hanya sampah dunia maya belaka yang ditulis hanya untuk membuang isi otak, kami tidak puas dengan kinerja kalian, tulisan ini dibuat untuk menghakimi para wakil rakyat yang kurang berhasil. Jika anda siswa/siswi yang membaca tulisan ini, silahkan komentar untuk mendukung atau bagi yang tidak setuju boleh menghujat, mencemoooh, melempar sandal sepatu ke sini.. ahahahaha..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Mengomentari/Mencaci/Menghujat Sesuai keinginan Anda!