Kegagalan dunia pendidikan di
indonesia, kita semua tau indonesia punya potensi sumber daya alam yang
berlimpah. Tapi bagaimana sumberdaya manuasianya? Peran sekolah atau lembaga
pendidikan sangat berperan dibalik semua ini. Di indonesia banyak sekolah - sekolah
bersertifikat internasional, tapi kenapa Negara ini tetap begini – begini saja?. Nah, itulah pokok
permasalahanya. Dunia pendidikan kita kurang bermutu, terlalu banyak omong
kosong. Terlalu banyak peraturan yang tidak penting. Factor guru dan muridnya
juga berpengaruh. Misalnya :
MENCONTEK,
sebagian
besar siswa di indonesia ‘hoby’ mencontek saat ulangan. Ternyata bukan hanya
siswa, coba lihat guru/pembibingnya. Pada saat tes CPNS banyak calon calon
pembimbing yang mencontek. Bahkan laporan kerja guru yang sudah jadi PNS tetap
pun banyak yang contekan.
METODE
PERTANYAAN TERBUKA, coba
ingat kembali waktu sekolah anda, pada saat ulangan GA BOLEH LIAT BUKU. N`h
kalo ga boleh liat buku muridnya dapat inspirasi darimana kalo ga nyontek
temenya. Ga akan bisa mandiri tu anak. Soal yang dibuat untuk ujian pertanyaan
‘tertutup’ lebih banyak mengarah ke buku buku yang sudah ada. Maka dari itu
guru di indonesia jarang menggunakan
metoda pertanyaan terbuka. Sangat tidak bisa membuat siswa ber eksplorasi
secara mandiri kalau situasinya seperti itu.
PEMAKSAAN,
tanpa kita sadar saat sekolah kita dipaksa
duduk rapi tangan diatas meja dan mendengarkan ocehan guru yang tidak jauh
berbeda dengan yang ada di buku paket. Pada saat guru menerangkan materi siswa
dilarang memotong ceramah guru tersebut, melanggar etika (katanya). Hal itu
membuat siswa menjadi takut/malu saat akan bertanya karena mulai dari TK dan
seterusnya dibiasakan seperti itu. Saat guru selesai menerangkan siswa disuruh
bertanya. Dan seketika kelas menjadi hening, mungkin ada anak yang bertanya
tapi hanya itu itu saja dan membuat yang lain bosan ada didalam kelas.
TERLALU
BANYAK PERATURAN YANG TIDAK PENTING, banyak disekolah sekolah negeri
yang mempunyai peraturan yang sangat mengikat dan tanpa sadar membuat siswa
tidak kreatif. Contoh, lulusan SMA kalau ga jadi guru, jadi dokter, tentara,
polisi atau instansi formal lainya. Cuma itu itu saja. Emang pekerjaan mapan
lainya ga bisa?. Lulusan SMK(Tekhnik) selalu jadi orang lapangan. Emang yang
lain ga boleh? Itu adalah sebagian contoh ke tidak kreatifan anak bangsa yang
disebabkan oleh peraturan yang hanya menjurus pada satu arah, tidak boleh ber
rambut ‘gondrong’. Apa salah rambut gondrong? Rambut gondrong gabisa buat mukul
temen kok. Cuma ekspresi diri saja. Kebebasan ekspresi sangat dibatasi
disekolah. Banyak lagi peraturan peraturan yang sangat tidak penting di dunia
pendidikan kita yang membingungkan ini dan hanya membuat peserta didik Tidak
Kreatif.
KURANGNYA
SARANA BELAJAR, sebelum
ada dana BOS, sarana pendidikan dibiayai dan diusung bersama peserta didik,
kita tau bahwa diindonesia lebih banyak yang tidak mampu. Dan tidak jarang
mereka tidak mampu membayar sarana belajar. Yang pas pas an pun hanya bisa
membeli hanya untuk dirinya sendiri. Maka dari itu sekarang biaya saarana
pendidikan diambil alih oleh pemerintah(katanya). Kenyataanya? Lebih banyak
yang belum terwujud. Hanya omong kosong belaka.
METODE
PEMBELAJARAN TETAP, dari
jaman bapak saya sampai jaman adik saya certita nya hanya itu itu saja, tidak
jauh berbeda. Walaupun system pendidikan sudah ber ubah-ubah, dari KBK sampai
KTSP.
METODE
CERAMAH, cara
yang sangat membosankan bagi siswa, dan membuat siswa malas belajar atau malas
masuk sekolah. Bagi sebagian orang metode ini cocok untuk pendahuluan atau
pengenalan. Apakah pantas siswa SMP/SMA/SMK masih melakukan pengenalan dulu?
Bukanya dari SD sudah kenal. Apakah pengenalan pengenalan terus yang diberikan
pada saat sekolah? Terus kapan siswa merealisasikan? Nunggu setelah sudah
bekerja? Sudah ber rumah tangga?
Jika anda guru yang membaca tulisan ini mohon tulisan ini
jangan dianggap sebagai ancaman dan jangan merasa dihakimi. Jika anda
pemerintah yang membaca mohon jangan menganggap tulisan ini hanya sampah dunia
maya belaka yang ditulis hanya untuk membuang isi otak, kami tidak puas dengan
kinerja kalian, tulisan ini dibuat untuk menghakimi para wakil rakyat yang
kurang berhasil. Jika anda siswa/siswi yang membaca tulisan ini, silahkan
komentar untuk mendukung atau bagi yang tidak setuju boleh menghujat,
mencemoooh, melempar sandal sepatu ke sini.. ahahahaha..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan Mengomentari/Mencaci/Menghujat Sesuai keinginan Anda!