Warung Online

Halaman

Senin, 09 Juli 2012

PENCUKURAN PAKSA RAMBUT SISWA YANG TIDAK BERALASAN



Salam pemberontak untuk para pembaca, untuk kali ini kita akan membahas tentang peraturan controversial di sekolah. Yaitu, PENCUKURAN PAKSA RAMBUT SISWA LAKI – LAKI. Menurut anda Apakah pantas seorang guru/lembaga sekolah membatasi ekspresi diri dari siswa? Apa salah seseorang yang berambut ‘gondrong’? Apa alasan siswa tidak boleh ‘gondrong’ selain karena tidak pantas, rapi, rapi dan rapi?!
·         WADUH NAK! RAMBUT KAMU GONDRONG, AYO IKUT BAPAK KE KANTOR..
·         WUH. CAKEP SEKALI KAMU. SINI BAPAK POTONG RAMBUTNYA..
·         WADUH MAS. RAMBUTNYA PANJANG SEKALI. BAPAK RAPIKAN DULU SINI..
·         HEH KAMU! MASIH SMA RAMBUTNYA PANJANG, GA PANTES MAS, SINI SAYA RAPIKAN..
Mungkin banyak lagi kata kata busuk dari mulut berbisa seorang guru bejat. Mungkin tidak semua guru seperti itu, jadi jangan tersinggung kalo anda tidak merasa seperti ‘guru bejat’. Lebih parah lagi kalau tindakan pencukuran paksa tersebut dilakukan dengan cara ‘hewan’ atau melakukan kekerasan terhadap anak didiknya.
Guru1  : heh mas, sini saya perlu sebentar
Murid  : ada apa ya pak?
Guru1  : ayo ikut ke Pak ‘Guru2’ sebentar.
Guru2  : (membawa gunting)
Murid  : lho pak, ada apa ini? Saya ga mau dipotong sekarang pak. Saya mohon pak..
Guru1  : ayo cepet sini ikut. Cepat! Ngelawan ini pak..
Guru2  : (ngeluarin gunting)
Murid  : pak, saya mohon jangan dipotong sekarang. Saya janji besok mau pooo..
Guru2  : BANGSAT!!! Kalau saya yang motong ga akan rusak, pasti rapi bangsat!
Guru1  : Ngelawan ini pak. Dari tadi ngelawan terus sama saya (sambil jorokin kepala)
Murid  : saya ga maksud ngelawan pak, ampun.
Guru1  : apanya? Ga usah ampun ampunan, jongkok cepet! Cepetan! Cepat!
Murid  : iya pak sebentar (sambil benerin pot bunga yang ada dibelakang)
Guru2  : (lagi sibuk bantai rambut murid tersebut)
Guru1  : Cepat! Cepat! (sambil memukul kepala murid)
Guru3  : Sudah pak, ga usah main tangan. Siapa nama mu mas? Kelas? alamat?
Murid  : ($#%#&%$*((^)^&%&$%^&#$) sensor..
Guru1  : catet namanya pak! Ngelawan anak itu. Berhentikan aja. Berhentikan sudah pak..
Dari percakapan diatas apa menurut anda murid itu melawan? Dia hanya bela diri bos! Koruptor aja yang jelas jelas salah bisa membela dirinya didepan hakim. Presiden aja mau di demo masyarakatnya. Hak berdemokrasi sudah tidak ada di sekolah sekolah Negara Pancasila ini. Apakah pantas seorang guru memperlakukan muridnya seperti maling ayam? Itu Sekolahan, bukan Penjara, bukan Medan Perang, bukan Sekolah Militer yang penuh kekerasan. Siapa yang bangsat? Siapa yang goblok kalau gitu kejadianya?
Sekolah yang dulu awalnya bertujuan mencerdaskan anak bangsa sekarang sudah menjadi ajang pamer kedisiplinan busuk para guru bejat yang berdalih menjalankan tugas dari atasan, Cari Muka! Penjilat! Nah kalu hanya masalah seperti itu mau dikeluarkan terus siapa yang mau di cerdaskan? Yang punya IQ tinggi? Yang punya prestasi tinggi dan rambut pendek? Apakah itu yang mau di cerdaskan?? Mereka sudah cerdas!
Mungkin tulisan saya ini hanya curahan hati semata atau bentuk pemberontakan terhadap peraturan yang sangat tidak beralasan pasti. Melalui tulisan ini saya mewakili jeritan hati para siswa yang merasa terlalu dikekang dinegara sendiri. Apakah Guru Kesenian di setiap sekolah SMP/SMA tidak mengerti apa yang dinamakan seni? Apakah saya terlalu bodoh dan  tidak tau  arti seni?, kebebasan berekspresi dianggap sebagai pelanggaran. Argumentasi membela diri dianggap sebagai ancaman. Seolah olah guru tersebut tidak mempunyai anak atau saudara yang bersekolah. Apakah guru PKN(Pendidikan Kewarganegaraan) atau guru IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) tidak mengerti tentang demokrasi? Atau saya yang tidak tau arti demokrasi?. Pendapat siswa yang dianggap ancaman akan ditiadakan. Pendapat siswa dianggap sampah dan tidak didengarkan. Bukankah masa Orde Baru sudah lama ditiadakan. Bukankah rezim Suharto sudah berakhir. Tapi masih ada saja pembungkaman pendapat. Hak menyampaikan pendapat sudah tidak ada di kebanyakan sekolah negeri.
APAKAH DENGAN MENCUKUR PAKSA, SISWA AKAN JADI LEBIH BAIK?
APAKAH DENGAN MENCUKUR PAKSA, SUSWA AKAN JADI RAPI?
APAKAH DENGAN MENCUKUR PAKSA, SISWA AKAN JADI PINTAR?
Salah besar! Jika anda berfikir seperti itu. Mungkin ada jg siswa yang jadi seperti itu. Tapi itu sedikit!. Coba pikir dampak lain yang ditimbulkan setelah pencukuran paksa. Lebih banyak siswa yang tidak nyaman bersekolah. Sering bolos karena merasa tidak percaya diri dengan penampilanya. Sering tidak ikut Upacara Bendera setiap hari senin karena takut mahkota nya di pangkas habis. Siswa yang terlanjur tidak percaya diri tidak akan bisa menerima/mencerna pembelajaran didalam kelas. Siswa yang kesal dengan ulah guru melampiaskan kepada temannya. Sering berkelahi. Tawuran. Dan Bullying. Mungkin itu sedikit contoh bahwa pencukuran paksa hanya menimbulkan masalah baru. Hanya sedikit manfaatnya. Bukanya lebih baik memperbaiki system pendidikannya dulu. Mungkin ada juga disekolah swasta yang memperbolehkan siswa nya ‘gondrong’. Setelah searching di google saya dapat salah satu dari sekian banyak info tentang Sekolah di Indonesia. SMA Kolase De Britto adalah contohnya. Siswa nya boleh gondrong. Apa sekolahan itu jelek? System nya salah? coba lihat prestasi yang tidak sedikit sudah diraih oleh siswanya. Kekreatifitasan akan timbul jika kita tidak dikekang!
Lihat Negara kita, Bumi kita kaya. Negara kita penuh potensi. Tapi kenapa tidak bisa dimanfaatkan secara baik? Karena sebagian pemuda nya Tidak Kreatif karena 12 tahun masa sekolahnya dilalui dengan penuh Pengekangan dan Pemaksaan. Kita sebagai siswa tidak merasa merdeka di Negara ini.
SEMOGA YANG TERHORMAT BAPAK MENTERI PENDIDIKAN MENDENGAR TERIAKAN MINORITAS SISWA YANG MERASA DIPERLAKUKAN TIDAK ADIL DI NEGARA SENDIRI. SAYA MOHON DENGAN KERENDAHAN HATI SAYA UNTUK MENGUBAH SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA YANG SANGAT MENGEKANG DAN HENTIKAN PENCUKURAN PAKSA SISWA DI SEKOLAH!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Mengomentari/Mencaci/Menghujat Sesuai keinginan Anda!