Salam pemberontak untuk para pembaca, untuk kali ini kita
akan membahas tentang peraturan controversial di sekolah. Yaitu, PENCUKURAN
PAKSA RAMBUT SISWA LAKI – LAKI. Menurut anda Apakah pantas seorang guru/lembaga
sekolah membatasi ekspresi diri dari siswa? Apa salah seseorang yang berambut
‘gondrong’? Apa
alasan siswa tidak boleh ‘gondrong’ selain karena tidak pantas, rapi, rapi dan
rapi?!
·
WADUH NAK!
RAMBUT KAMU GONDRONG, AYO IKUT BAPAK KE KANTOR..
·
WUH. CAKEP
SEKALI KAMU. SINI BAPAK POTONG RAMBUTNYA..
·
WADUH MAS.
RAMBUTNYA PANJANG SEKALI. BAPAK RAPIKAN DULU SINI..
·
HEH KAMU!
MASIH SMA RAMBUTNYA PANJANG, GA PANTES MAS, SINI SAYA RAPIKAN..
Mungkin banyak lagi kata kata busuk dari mulut berbisa
seorang guru bejat. Mungkin tidak semua guru seperti itu, jadi jangan
tersinggung kalo anda tidak merasa seperti ‘guru bejat’. Lebih parah lagi kalau
tindakan pencukuran paksa tersebut dilakukan dengan cara ‘hewan’ atau melakukan
kekerasan terhadap anak didiknya.
Guru1 : heh mas,
sini saya perlu sebentar
Murid : ada apa ya pak?
Guru1 : ayo ikut ke
Pak ‘Guru2’ sebentar.
Guru2 : (membawa
gunting)
Murid : lho pak, ada apa
ini? Saya ga mau dipotong sekarang pak. Saya mohon pak..
Guru1 : ayo cepet
sini ikut. Cepat! Ngelawan ini pak..
Guru2 : (ngeluarin
gunting)
Murid : pak, saya mohon
jangan dipotong sekarang. Saya janji besok mau pooo..
Guru2 : BANGSAT!!!
Kalau saya yang motong ga akan rusak, pasti rapi bangsat!
Guru1 : Ngelawan
ini pak. Dari tadi ngelawan terus sama saya (sambil jorokin kepala)
Murid : saya ga maksud
ngelawan pak, ampun.
Guru1 : apanya? Ga
usah ampun ampunan, jongkok cepet! Cepetan! Cepat!
Murid : iya pak sebentar
(sambil benerin pot bunga yang ada dibelakang)
Guru2 : (lagi sibuk
bantai rambut murid tersebut)
Guru1 : Cepat!
Cepat! (sambil memukul kepala murid)
Guru3 : Sudah pak,
ga usah main tangan. Siapa nama mu mas? Kelas? alamat?
Murid :
($#%#&%$*((^)^&%&$%^&#$) sensor..
Guru1 : catet
namanya pak! Ngelawan anak itu. Berhentikan aja. Berhentikan sudah pak..
Dari percakapan diatas apa menurut anda murid itu
melawan? Dia hanya bela diri bos! Koruptor aja yang jelas jelas salah bisa
membela dirinya didepan hakim. Presiden aja mau di demo masyarakatnya. Hak
berdemokrasi sudah tidak ada di sekolah sekolah Negara Pancasila ini. Apakah pantas
seorang guru memperlakukan muridnya seperti maling ayam? Itu Sekolahan, bukan
Penjara, bukan Medan Perang, bukan Sekolah Militer yang penuh kekerasan. Siapa
yang bangsat? Siapa yang goblok kalau gitu kejadianya?
Sekolah yang dulu awalnya bertujuan mencerdaskan anak
bangsa sekarang sudah menjadi ajang pamer kedisiplinan busuk para guru bejat
yang berdalih menjalankan tugas dari atasan, Cari Muka! Penjilat! Nah kalu
hanya masalah seperti itu mau dikeluarkan terus siapa yang mau di cerdaskan?
Yang punya IQ tinggi? Yang punya prestasi tinggi dan rambut pendek? Apakah itu
yang mau di cerdaskan?? Mereka sudah cerdas!
Mungkin tulisan saya ini hanya curahan hati semata atau
bentuk pemberontakan terhadap peraturan yang sangat tidak beralasan pasti. Melalui
tulisan ini saya mewakili jeritan hati para siswa yang merasa terlalu dikekang
dinegara sendiri. Apakah Guru Kesenian di setiap sekolah SMP/SMA tidak mengerti
apa yang dinamakan seni? Apakah saya terlalu bodoh dan tidak tau
arti seni?, kebebasan berekspresi dianggap sebagai pelanggaran.
Argumentasi membela diri dianggap sebagai ancaman. Seolah olah guru tersebut
tidak mempunyai anak atau saudara yang bersekolah. Apakah guru PKN(Pendidikan
Kewarganegaraan) atau guru IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) tidak mengerti tentang
demokrasi? Atau saya yang tidak tau arti demokrasi?. Pendapat siswa yang
dianggap ancaman akan ditiadakan. Pendapat siswa dianggap sampah dan tidak
didengarkan. Bukankah masa Orde Baru sudah lama ditiadakan. Bukankah rezim
Suharto sudah berakhir. Tapi masih ada saja pembungkaman pendapat. Hak
menyampaikan pendapat sudah tidak ada di kebanyakan sekolah negeri.
APAKAH DENGAN MENCUKUR PAKSA, SISWA AKAN JADI LEBIH BAIK?
APAKAH DENGAN MENCUKUR PAKSA, SUSWA AKAN JADI RAPI?
APAKAH DENGAN MENCUKUR PAKSA, SISWA AKAN JADI PINTAR?
Salah besar! Jika anda berfikir seperti itu. Mungkin ada
jg siswa yang jadi seperti itu. Tapi itu sedikit!. Coba pikir dampak lain yang
ditimbulkan setelah pencukuran paksa. Lebih banyak siswa yang tidak nyaman
bersekolah. Sering bolos karena merasa tidak percaya diri dengan penampilanya.
Sering tidak ikut Upacara Bendera setiap hari senin karena takut mahkota nya di
pangkas habis. Siswa yang terlanjur tidak percaya diri tidak akan bisa menerima/mencerna
pembelajaran didalam kelas. Siswa yang kesal dengan ulah guru melampiaskan
kepada temannya. Sering berkelahi. Tawuran. Dan Bullying. Mungkin itu sedikit
contoh bahwa pencukuran paksa hanya menimbulkan masalah baru. Hanya sedikit
manfaatnya. Bukanya lebih baik memperbaiki system pendidikannya dulu. Mungkin
ada juga disekolah swasta yang memperbolehkan siswa nya ‘gondrong’. Setelah
searching di google saya dapat salah satu dari sekian banyak info tentang
Sekolah di Indonesia. SMA Kolase De Britto adalah contohnya. Siswa nya boleh
gondrong. Apa sekolahan itu jelek? System nya salah? coba lihat prestasi yang tidak
sedikit sudah diraih oleh siswanya. Kekreatifitasan akan timbul jika kita tidak
dikekang!
Lihat Negara kita, Bumi kita kaya. Negara kita penuh
potensi. Tapi kenapa tidak bisa dimanfaatkan secara baik? Karena sebagian
pemuda nya Tidak Kreatif karena 12
tahun masa sekolahnya dilalui dengan penuh Pengekangan
dan Pemaksaan. Kita sebagai siswa
tidak merasa merdeka di Negara ini.
SEMOGA YANG TERHORMAT BAPAK MENTERI PENDIDIKAN MENDENGAR
TERIAKAN MINORITAS SISWA YANG MERASA DIPERLAKUKAN TIDAK ADIL DI NEGARA SENDIRI.
SAYA MOHON DENGAN KERENDAHAN HATI SAYA UNTUK MENGUBAH SISTEM PENDIDIKAN DI
INDONESIA YANG SANGAT MENGEKANG DAN HENTIKAN PENCUKURAN PAKSA SISWA DI
SEKOLAH!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan Mengomentari/Mencaci/Menghujat Sesuai keinginan Anda!